Tuesday, October 26, 2010
Monday, October 25, 2010
CIRI2 PAKAIAN WANITA ISLAM...yg mengaku ISLAM la kan..
1. Pakaian itu mestilah menutup aurat
Rasulullah saw bersabda :
Telah berkata Aisyah .a “ Sesungguhnya, Asma’binti Abu Bakar menemui Nabi saw dengan memakai busana yang nipis ” Maka nabi berpaling daripadanya dan bersabda “Wahai Asma’ , sesungguhnya apabila wanita itu telah baligh (sudah haid) tidak boleh dilihat daripadanya kecuali ini dan ini , sambil mengisyaratkan kepada muka dan tapak tangannya”
2. Pakaian itu tidak terlalu nipis sehingga tampak bayangan tubuh badan dari luar
“Dua orang ahli neraka yang belum pernah saya lihat adalah : kaum yang memegang pecut bagai ekor lembu digunakan untuk memukul orang (tanpa alasan), orang perempuan yang berpakaian tetapi telanjang bagaikan merayu-rayu melenggok-lenggok membesarkan cemaranya bagaikan punuk unta yang mereng. Mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan dapat mencium bau syurga, sedangkan bau syurga dapat dicium dari jarak yang sangat jauh”
(Riwayat Muslim)
(Riwayat Muslim)
3. Pakaian itu tidak ketat atau sempit , tetapi longgar atau selesa dipakai.Ia menutup bahagian-bahagian bentuk tubuh yang menggiurkan nafsu lelaki dan ia menutup aspek kehaiwanan dari insan itu.
Dalam sebuah riwayat dari Abdullah bin Abi Salamah bahawa Umar Bin Khattab .a menghadiahkan kepada seseorang dengan pakaian nipis buatan Mesir Lama, kemidian berkata , “Jangan dipakaikan kepada isteri-isteri kamu!” Lalu seseorang berkata “ Ya Amirul Mukminin aku telah memakainya untuk isteriku, kemudian memutarkan badannya tetapi tidak kelihatan auratnya .” selanjutnya Umar berkata, “Memanglah auratnya tidak nampak, tetapi bentuk tubuhnya nampak”
4. Warna pakaian itu suram atau gelap, seperti warna hitam atau kelabu asap atau perang sehingga tiada bernafsu lelaki melihatnya( terutamanyya pakaian seperti jilbab atau abaya) .
Menurut Ibnu Kathir di dalam tafsirnya pakaian wanita-wanita pada zaman Nabi saw ketika mereka keluar rumah berwarna hitam)
5. Pakaian itu tidak sekali-kali disemerbakkan dengan bau-bauan yang harum, demikian juga tubuh badan wanita itu, kerana bau-bauan ini ada pengaruhnya atas nafsu kelamin lelaki yang ajnabi.
Perempuan yang memakai bau-bauan ketika keluar rumah sehingga lelaki mencium baunya disifatkan oleh Rasulullah saw sebagai zaniyah, yakni pelacur atau penzina.
“Wanita apabila memakai wangi-wangian , kemudian berjalan melintasi kaum lelaki maka dia itu begini dan begini iaitu pelacur ”
(Riwayat Abu Dawud dan Tirmizi)
(Riwayat Abu Dawud dan Tirmizi)
6. Pakaian itu tidak bertashabbuh dengan pakaian lelaki yakni tiada meniru –niru atau menyerupai pakaian lelaki
Telah berkata Ibnu Abbas : “Rasulullah saw telah melaknat lelaki yang menyerupai wanita dan wanita-wanita yang menyerupai lelaki” (Riwayat Bukhari)
7. Pakaian itu tiada bertashabbuh dengan pakaian permpuan-perempuan kafir dan musyrik
8. Pakaian itu bukanlah libasu sh-shuhrah, yakni pakaian untuk bermegah-megah , untuk menunjuk-nunjuk atau bergaya.
~~peringatan untuk diri sendiri jugak...maafkan jika terlalai atau terleka dlm melaksanakan apa yg disuruh oleh ALLAH~~~
little thoughts...
Assalamualaikum to all...
alhamdulillah syukur ke hadrat ALLAH kerana masih diberi chance utk bernafas dgn amannya dlm dunia NYA yg fana ini...
i just got many things to think about, many things to settle on, many things to be completed, many things to be took care of, just many things to do..
if i'm not given strength from ALLAH Then i have nothing...i cannot do anything...ALHAMDULILLAH...thank ALLAH for all blessing to us...
change to be more reasonable..
change to be more good
change for the betterness
change for the fututre
change is needed to build up our bright future
the knowledge must be adds on...must be search...must be continuous...just remember....the main reason we study..is not only for examination but for our life..to apply...we have to apply in our real life..
we cannot depends on the textbook only...there is no such thing!!!
realize that life is not like what we think...
life is journey...has its end which is when death come to us
what is very near to us?? death is very close to us...nothing else...we never know when we will die..where we will die? how we die? we never know...ALLAH knows everything...every single things under His supervision..His control..His power...kun fayakun..WHEN HE SAID SOMETHING TO HAPPEN, THEN IT HAPPEN....
YA ALLAH... i ask forgiveness for all my wrongdoing..i never meant to do wrong...i never meant to hurt people...i dont want to be scold...i want to be good..but how it can be if YOU dont want to guide me...please guide me YA ALLAH...
i am nothing without YOU...
Nothing...nothing...nothing
Sunday, October 24, 2010
HIDDEN SECRETS....
Mesti kita tertanya2 knape cincin kahwin kena letak kat jari manis??
read this and u will know y....
very interesting
Pertama, tunjukkan telapak tangan anda, jari tengah ditekuk (dilipat)ke dalam.
Kemudian, 4 jari yang lain pertemukan ujungnya (letak atas meja).
Permainan dimulai, 4 pasang jari tetapi hanya 1 pasang yang tidak terpisahkan...
Cubalah membuka ibu jari anda, ibu jari menwakili orang tua, ibu jari bisa dibuka karena semua manusia mengalami sakit dan mati.
Dengan demikian orang tua kita akan meninggalkan kita suatu hari nanti.
Tutup kembali ibu jari anda, kemudian buka jari telunjuk anda, jari telunjuk mewakili kakak dan adik anda, mereke memiliki keluarga sendiri, sehingga mereka juga akan meninggalkan kita.
Sekarang tutup kembali jari telunjuk anda, buka jari kelingking, yang mewakili anak2. cepat atau lambat anak2 juga akan meninggalkan kita.
Selanjutnya, tutup jari kelingking anda, bukalah jari manis anda tempat dimana kita menaruh cincin perkawinan anda, anda akan heran karena jari tersebut tidak akan bisa dibuka. Karena jari manis mewakili suami dan istri, selama hidup anda dan pasangan anda akan terus melekat satu sama lain.
Kemudian, 4 jari yang lain pertemukan ujungnya (letak atas meja).
Permainan dimulai, 4 pasang jari tetapi hanya 1 pasang yang tidak terpisahkan...
Cubalah membuka ibu jari anda, ibu jari menwakili orang tua, ibu jari bisa dibuka karena semua manusia mengalami sakit dan mati.
Dengan demikian orang tua kita akan meninggalkan kita suatu hari nanti.
Tutup kembali ibu jari anda, kemudian buka jari telunjuk anda, jari telunjuk mewakili kakak dan adik anda, mereke memiliki keluarga sendiri, sehingga mereka juga akan meninggalkan kita.
Sekarang tutup kembali jari telunjuk anda, buka jari kelingking, yang mewakili anak2. cepat atau lambat anak2 juga akan meninggalkan kita.
Selanjutnya, tutup jari kelingking anda, bukalah jari manis anda tempat dimana kita menaruh cincin perkawinan anda, anda akan heran karena jari tersebut tidak akan bisa dibuka. Karena jari manis mewakili suami dan istri, selama hidup anda dan pasangan anda akan terus melekat satu sama lain.
Real love will stick together ever and forever
Thumb represent parents
Second finger represent brothers & sisters
Centre finger represent own self
Fourth finger represent your partner
Last finger represent your children
Thumb represent parents
Second finger represent brothers & sisters
Centre finger represent own self
Fourth finger represent your partner
Last finger represent your children
Saturday, October 23, 2010
KALAU X SUKA...PULANGKAN BALIK!!
Kereta dihentikan betul-betul di hadapan rumah. Pintu pagar automatiknya terbuka. Perlahan kereta dihalakan ke dalam garaj.
“Horey! Papa balik!” Kelihatan anak-anaknya berlari mengiringi keretanya.
“Tepi! Bahaya tau tak?” Jeritnya.
Anak-anak termanggu. Cahaya kegembiraan di wajah mereka pudar.
“Aimin bawa adik ke belakang.” Arahnya pada anak yang sulong.
Pulangnya petang itu disambut dingin oleh anak-anak. Isterinya turut terdiam bila mendengar anak-anak mengadu tentang papa mereka.
“Papa penat. Aimin bawa adik mandi dulu. Mama siapkan minum petang. Lepas minum papa mesti nak main bola dengan kita,” pujuk Laila.
Dia yang mendengar di ruang tamu hanya mendengus. Seketika kemudian terdengar hilai tawa anak-anaknya di bilik mandi. Dia bangun.
“Hah! Main air. Bil bulan ini papa kena bayar dekat seratus. Cepat! Tutup paip tu! Buka shower!” Sergahnya. Suara yang bergema mematikan tawa anak-anaknya.
“Asal saya balik rumah mesti bersepah. Kain baju berselerak. Apa awak makan tidur aje ke duduk rumah?” sambungnya kembali bila isterinya terpacul di belakang pintu.
“Anak-anak pa. Diorang yang main tu. Takpe nanti mama kemas. Papa minum ye. Mama dah siapkan kat taman.” Balas isterinya lembut.
“Fail saya kat depan tu mana?”
“Mama letak dalam bilik. Takut budak-budak alihkan.”
“Boleh tak awak jangan usik barang-barang saya? Susah tau tak? Fail tu patutnya saya bawa meeting tengahari tadi.” Rungutnya sekalipun di hati kecil mengakui kebenaran kata-kata isterinya itu.
Suasana sepi kembali. Dia menarik nafas berat. Terasa begitu jauh berbeza. Dia tercari-cari riuh suara anak-anak dan wajah isterinya. “Laila” Keluhnya Akhirnya dia terlena di sofa.
—————————————————————————-
“Saya nak ke out station minggu depan.”
“Lama?” Soal Laila.
“Dalam seminggu.”
“Cuti sekolah pun lama. Mama ikut boleh?”
“Budak-budak? “
“Ikut jugalah.”
“Dah! Takde! Takde! Susah nanti. Macam-macam diorang buat kat sana . Tengok masa kat Legacy dulu tu..”
“Masa tu Amirul kecik lagi.” Balas Laila.
Wajahnya sayu. Dia masih berusaha memujuk biarpun dia tahu suaminya tak mungkin berganjak dari keputusan yang dibuat. Tak mungkin peristiwa Amirul terpecahkan pinggan di hotel dulu berulang. Anak itu masih kecil benar sewaktu ia berlaku. Lagipun apa sangatlah harganya pinggan itu malahan pihak hotel pun tak minta ganti rugi.
” Bolehlah Pa ! Lama sangat kita tak ke mana-mana.”
“Nak jalan sangat Sabtu ni saya hantar awak balik kampung,” Muktamad!
Demikianlah seperti kata-katanya. Anak-anak dan isterinya dihantar ke kampung. Laila tak merungut apa-apa meskipun dia tahu isterinya berkecil hati. Anak-anak terlompat riang sebaik kereta berhenti di pengkarangan rumah nenek mereka. Tak sampai setengah jam dia telah bergegas semula untuk pulang. Bapa mertuanya membekalkan sebuah kitab lama.
“Cuba-cubalah baca. Kitab tu pun abah ambil dari masjid. Dari mereka bakar abah ambik bagi kamu!”
“Manalah saya ada masa..”
“Takpe..pegang dulu. Kalau tak suka pulangkan balik!” Dia tersentak dari khayalannya.
“Kalau tak suka pulangkan balik!” Kata-kata itu bergema di fikirannya. Dia rasa tersindir.
Tahukah bapa mertuanya masalah yang melanda rumahtangganya itu? Bukan..bukan tak suka malah dia tetap sayang sekalipun Laila bukan pilihannya. Dunia akhirat Laila adalah isterinya. Cuma..
“Mizi, makan!” Panggil ibunya yang datang menemaninya sejak seminggu lalu. “Jangan ikutkan hati. Yang sudah tu sudahlah.”
———————————————————————————-
“Papa! Makan!” Jerit Aiman ,anak keduanya sambil tersengih-sengih mendapatkan dirinya.
“Tak boleh panggil papa elok-elok. Ingat papa ni pekak ke?”
Aiman menggaru kepalanya yang tak gatal. Pelik! Kenapa papanya tiba-tiba saja marah. Dia berpatah semula ke dapur.
“Awak masak apa?”
“Mama masak sup tulang dengan sambal udang!” jawab Amirul memotong sebelum sempat mamanya membuka mulut.
“Takde benda lain ke awak boleh masak? Dah saya tak nak makan. Hilang selera!”
“Papa nak ke mana?” Soal isterinya perlahan.
“Keluar!”
“Mama dah masak Pa!”
“Awak saja makan!”
“Takpe Aiman boleh habiskan. Cepatlah ma!”
Laila tahu Aiman hanya memujuk. Anak keduanya itu sudah pandai mengambil hatinya. Aimin tersandar di kerusi makan. Sekadar memerhati langkah papanya keluar dari ruang makan.
“Kenapa sekarang ni papa selalu marah-marah ma?” Soal Aimin sambil menarik pinggannya yang telah berisi nasi.
“Papa banyak kerja agaknya. Dah! Makan.”
“Abang tak suka tengok papa marah-marah. .”
“Adik pun sama. Bila papa marah muka dia macam gorilla kan ?”
Kata-kata Aiman disambut tawa oleh abang-abangnya yang lain. Laila menjeling. Di hati kecilnya turut terguris.Besar sangatkah dosanya hingga menjamah nasi pun tidak. Kalau ada pun salahnya, apa?
Syamizi menjengah ke ruang dapur. Kosong.
“Laila..” serunya
“Sudahlah tu Mizi! Jangan diingat-ingat. Kerja Tuhan ni tak dapat kita tolak-tolak. Bawak-bawaklah beristighfar. Kalau terus macam ni sakit kau nanti.” Kata ibunya yang muncul tiba-tiba.
“Sunyi pulak rumah ni mak,”
“Lama-lama kau biasalah.”
Airmatanya menitis laju. “Kalau tak suka pulangkan!” Dia rasa terhukum. Hampir segenap saat kata-kata itu bergema di sekitarnya. Dia rasa terluka. Kehilangan yang amat sangat.
———————————————————————————-
“Papa beli apa untuk Aiman?” Soal Aiman sebaik dia pulang dari outstationnya.
“Beli apa pulak? Barang permainan kan bersepah dalam bilik belakang tu.”
“Tak ada lah?”
“Ingat papa ni cop duit?”
Aiman termangu. Dia berlalu mencari mamanya di dapur. Seketika kemudian rumah kembali riuh dengan telatah anak-anak lelakinya yang bertiga itu mengiringi mama mereka yang sedang menatang dulang berisi hidangan minum petang.
Wajah Laila direnungnya. Ada kelainan pada raut itu. Riaknya tenang tapi ada sesuatu yang sukar ditafsirkannya.
“Awak tak sihat ke?”
Laila tersenyum. Tangannya pantas menuang air ke cawan.
“Papa, tak lama lagi abang dapat adik lagi.” Aimin mencelah di antara perbualan kedua ibu bapanya.
Shamizi tersenyum. Jemari isterinya digenggam erat. Tiba-tiba cawan berisi kopi yang masih panas terjatuh dan pecah di lantai. Aiman tercegat.
“Tengok! Ada saja yang kamu buat. Cuba duduk baik-baik. Kalau air tu tak tumpah tak sah!” Tempiknya membuatkan anak itu tertunduk ketakutan. Baju mamanya dipegang kejap.
Lengan Aiman dipegangnya kuat hingga anak kecil itu mula menangis. Pantas saja akhbar di tangannya hinggap ke kepala anaknya itu. Laila cuba menghalang tapi dia pantas dulu menolak isterinya ke tepi. Aiman di pukul lagi. Amirul menangis. Aimin mendapatkan mamanya.
“Perangai macam beruk! Tak pernah buat orang senang!”
Laila bangun dari jatuhnya dan menarik lembut Aiman ke dalam pelukkannya. Airmata mereka bersatu. Pilu sungguh hatinya melihat kekasaran suaminya terhadap anak-anak.
“Cukuplah pa. Papa dah hukum pun dia tapi janganlah sebut yang bukan-bukan. ” Ujar Laila perlahan
“Macamana awak didik budak-budak sampai macam ni teruk perangainya? Tengok anak orang lain ada macam ni? Anak kak Long tu tak pulak macam ni. Panjat sana , kecah barang. Gila apa?” Omelnya kembali.
Shamizi meraut wajah. Bukan kepalang salahnya pada Aiman. Padanya anak itu tak pernah dapat memuaskan hatinya. Ada saja salah Aiman di matanya. Ada saja yang kurang di hatinya terhadap anak-anak dan isteri. Tak cukup dengan perbuatan malah dia begitu mudah melemparkan kata-kata yang bukan-bukan terhadap mereka.
———————————————————————————–
“Tak boleh ke kamu semua senyap? Dalam sehari ni boleh tak diam? Rimas betul duduk dalam rumah ni.”
Laila menyuruh anak-anaknya bermain di halaman belakang rumah. Memberi sedikit ruang buat suaminya menonton dengan tenang.
Malangnya tak lama kemudian kedengaran bunyi tingkap kaca pecah.
“Celaka betul!” Sumpahnya sambil menghempaskan akhbar ke meja.
“Abang!”
“Baik awak tengok anak-anak awak tu sebelum saya hambat dengan rotan! Perangai satu-satu macam tak siuman!” Getusnya kasar.
Akhirnya tingkap yang pecah kembali diganti. Cerita sumpah seranahnya petang itu hilang begitu saja. Laila berubah. Sikapnya yang pendiam menjadi semakin pendiam. Anak-anak juga sedikit menjauh. Tak ada lagi cerita Amirul di tadika. Tak ada lagi kisah Aimin yang cemerlang di dalam sukan sekolahnya. Aiman juga tak lagi mahu memanggilnya makan.
Shamizi terasa puas hati. Barangkali itu saja caranya untuk memberi sedikit pengajaran pada anak-anak.
“Pak Ngah, Eddie nak balik!” Shamizi terpana. Dia mengangguk.
“Kak Long balik dulu Mizi. Sudahlah! Kamu muda lagi. Cari pengganti.”
Alangkah mudahnya. Kalaulah dia boleh bertemu lagi yang serupa seperti Laila. Laila tak ada yang kurang Cuma dia yang tak pernah puas hati. Laila tak pernah merungut. Laila tak pernah membantah. Sepanjang usia perkahwinan mereka Laila tak pernah meminta lebih dari apa yang dia beri. Laila cuma dapat gred B walaupun dia teramat layak untuk mendapat gred yang lebih baik dari A.
“Laila”
—————————————————————————————————-
“Papa nak ke mana hensem-hensem gini?” Dia tersenyum sambil menjeling ke cermin meninjau bayang isterinya yang kian sarat. “Wangi-wangi lagi. Dating ye?”
“Saya ada makan malam di rumah bos besar. Dia buat makan-makan untuk staff.” Ujarnya masih leka membetulkan kolar kemeja batiknya.
“Ikut boleh?”
“Dia tak ajak family. Staff only!” Terangnya sedangkan difikirannya terfikir lain. Kali ni dia akan pergi ke jamuan tu dengan Helmi. Helmi akan turut menumpangkan Maria dan Harlina. Staff yang masih muda dan bujang.
“Dalam setahun papa selalu ke jamuan office tapi tak pernah pun bawak kami.”
“Leceh kalau ada budak-budak. Bukan tau duduk diam Lari sana sini, panjat itu ini. “
“Papa pesanlah..”
“Nantilah besar sikit.” Dalihnya.
“Kalau tunggu besar takut takde peluang. Nanti diorang tu dah tak nak ikut pergi mana pun.”
“Lagi senang. Saya kalau lasak-lasak ni buat hati panas je,”
Laila terdiam. “Namanya budak-budak. Anak-anak papa tu lelaki.”
“Saya pergi kejap je. Lepas tu terus balik.”
“Mama tanya sikit boleh?” Dia mengangguk
“Bos tak pelawa atau papa malu nak bawa mama dan anak-anak?”
Mereka dia tinggalkan di rumah. Di jamuan tu ramai staff yang membawa keluarga mereka bersama. Pada Shamizi dia mahukan keselesaan sedangkan hakikatnya anak-anak staff yang lain lebih lasak dan nakal. Semeja hidangan untuk anak-anak staff berderai bila ada yang bermain tarik-tarik alas kainnya.
“Never mind. Budak-budak memang macam tu. Kalau tak lasak tak cerdik,” ujar Mr. Kwai, tuan rumah.
Shamizi sedikit mengakui kebenaran kata-kata itu. Anak-anaknya pun nakal tapi amat membanggakan dalam pelajaran. Namun dia rasa serba tak kena bila bersama mereka. Bimbang ada yang menyata yang bukan-bukan tentang anak-anaknya yang lasak apatah lagi tentang isterinya Laila. Bimbang dimalukan dengan perangai anak-anaknya. Bimbang jika dikatakan Laila tidak sepadan dengan dirinya. Dia lulusan luar negara sedang Laila cuma perempuan kampung. Tak pandai bergaya seperti staff wanita yang lain. Betullah jangkaan Laila, dia malu untuk memperkenalkan isteri dan anak-anaknya pada rakan-rakan.
“Kalau tak suka pulangkan!” Kata-kata itu semakin keras di fikirannya.
Pagi itu anak-anak sekali lagi dimaki sebelum ke sekolah. Semata-mata bila Aimin dan Aiman bergelut berebutkan tempat duduk di meja makan menyebabkan air cuci tangan tumpah ke meja. Berangnya tiba-tiba menguasai diri. Kepala kedua-duanya di lagakan sedangkan perebutan itu tidak pula disusuli dengan perkelahian.
“Kamu semua ni..kalau macam ni daripada ada elok tak ada. Menyusahkan! ” Laila merenungnya dalam..
Matanya berkaca dan anak-anak ke sekolah tanpa menyalaminya seperti selalu. Laila juga tidak berkata apa-apa sebelum menghidupkan enjin untuk menghantar anak-anak ke sekolah. Shamizi dapat melihat Laila mengesat airmatanya. Dia terus menghadapi sarapannya. Sejenak dia terpandang hidangan untuk anak-anak yang tak bersentuh. Susu masih penuh di cawan. Roti telur yang menjadi kesukaan anak-anak juga tidak dijamah. Bekal di dalam bekas tidak diambil.Pelik! Selama ini Laila tak pernah lupa..
“Kalau tak suka pulangkan,”
Kali ini dia benar-benar menangis. Laila dan anak-anak terus tak pulang selepas pagi itu. Hari-harinya tak lagi diganggu dengan gelagat anak-anak. Rumah terus sunyi dan sepi. Tetap dia tak dapat tidur dengan lena. Di halaman belakang hanya ada kenangan. Kelibat anak-anaknya bergumpal dan berlari mengejar bola tak lagi kelihatan. Riuh anak-anak bila mandi di bilik air juga tidak lagi kedengaran. Dia mula dihambat rindu. Hanya ada kesunyian di mana-mana. Hanya tinggal bola yang terselit di rumpun bunga.
Selaut rindu mula menghambat pantai hatinya. Laila.
Benarlah, kita hanya tahu harganya bila kita kehilangannya.
Laila terus tak pulang sekalipun dia berjanji untuk berubah.
Laila pergi membawa anak-anaknya pagi itu bila kereta mereka dirempuh sebuah kereta lain yang dipandu laju. Laila pergi tanpa meninggalkan satu pun untuknya. Laila pergi membawa Aimin, Aiman, Amirul dan zuriat yang bakal dilahirkan dua bulan lagi..
Dia menangis semahu-mahunya bila menatap wajah lesi anak-anak dan isterinya. Dia meraung memeluk tubuh Laila yang berlumuran darah. Hakikatnya Laila adalah kitab lama itu, lapuk bagaimana pun dipandangan harganya tak terbanding, dan kerana keengganannya Laila dipulangkan…….
~~~HARGAILAH ORG YG MENYAYANGI KITA SBLM DIA PERGI MENINGGALKAN KITA~~
Friday, October 22, 2010
BISMILLAH
BISMILLAH adalah sebutan/nama singkat dari lafaz “BISMILLAHIR ROHMAANIR ROHIIM” yang bermaksud “Dengan nama ALLAH Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”
KELEBIHAN-KELEBIHAN BISMILLAH
1. Yang pertama ditulis Qalam adalah BISMILLAH. Maka apabila kamu menulis sesuatu, maka tulislah BISMILLAH pada awalnya kerana BISMILLAH tertulis pada setiap wahyu yang Allah turunkan kepada Jibrail.
2. “BISMILLAH untukmu dan umahmu, suruhlah mereka apabila memohon sesuatu dengan BISMILLAH. Aku tidak akan meninggalkannya sekejap mata pun sejak BISMILLAH diturunkan kepada Adam.” (Hadith Qudsi)
3. Tatkala BISMILLAH diturunkan ke dunia, maka semua awan berlari ke arah barat, angin terdiam, air laut bergelora, mendengarkan seluruh binatang dan terlempar semua syaitan.
4. Demi Allah dan keagunganNya, tidaklah BISMILLAH itu dibacakan pada orang sakit melainkan menjadi ubat untuknya dan tidaklah BISMILLAH dibacakan di atas sesuatu melainkan Allah beri berkat ke atasnya.
5. Barangsiapa yang ingin hidup bahagia dan mati syahid, maka bacalah BISMILLAH setiap kali memulakan sesuatu perkara yang baik.
6. Jumlah huruf dalam BISMILLAH ada 19 huruf dan malaikat penjaga neraka ada 19 (QS.AL Muddatsir:30) .Ibnu Mas’ud berkata: “Sesiapa yang ingin Allah selamatkan dari 19 malaikat neraka maka bacalah BISMILLAH 19 kali setiap hari.”
7. Tiap huruf BISMILLAH ada JUNNAH (penjaga/khadam) hingga tiap huruf berkata, “Siapa yang membaca BISMILLAH maka kamilah kekuatannya dan kamilah kehebatannya. ”
8. Barangsiapa yang memuliakan tulisan BISMILLAH nescaya Allah akan mengangkat namanya di syurga yang sangat tinggi dan diampunkan segala dosa kedua orang tuanya.
9. Barangsiapa yang membaca BISMILLAH maka akan bertasbihlah segala gunung kepadanya.
10. Barangsiapa yang membaca BISMILLAH sebanyak 21 kali ketika hendak tidur, maka akan terpelihara dari gangguan syaitan, kecurian dan kebakaran, maut mendadak dan bala.
11. Barangsiapa yang membaca BISMILLAH sebanyak 50 kali di hadapan orang yang zalim, hinalah dan masuk ketakutan dalam hati si zalim serta naiklah keberanian dan kehebatan kepada si pembaca.
Sabda Rasulluah, “siapa yang menyampaikan satu ilmu dan orang yang mengamalkannya maka dia akan beroleh pahala walaupun sudah tiada….”
Thursday, October 21, 2010
YA ALLAH....KUATKAN AKU LAGI....
assalamualaikum...
hari ni dpt selsema plak..alhamdulillah...kena hadapi jugakla...
pg td kelas kol 8..sblm ni xpenah ada klas kol 8..uwa ngntok skt...dh lama x ngntok dlm kuliah..tp dh kurg cahaya dlm kuliah tu..dgn sejuk lg..adui..menguji keimanan btoi la..hehe
ptg ni kelas kol 3 plak...kol 5 pjmpaan dgn p.a dr samsul... adoi.apalah masalah ngan subjek2 nie?? knapa yg sorg ckp cmni..sorg nk macam ni..hbs tu kami ni nak ikot ckp sapa..pening2
mlm ni ada test emm..pkol 8 smpi 10..hehe..penat jgn ckpla...dgn hygiene lg..benda lain x sentuh lg...YA ALLAH...Aku perlukan kekuatan pada saat dan ketika ini...rasa lembik lutut ni ha...permudahkan sgala urusanku ya ALLAH...
rasa best bila leh tgk gmbr comel2 nie~~~~ hhehehe
Wednesday, October 20, 2010
10 PESANAN UTK KEHIDUPAN =)
1. Senyum itu tanda kemesraan, diberi kepada manusia dianggap sedekah. Ketawa itu lambang kelalaian. Selalu dilakukan hati akan mati. Dibuat di hadapan manusia menghilangkan maruah
diri.
2. Setiap kesalahan yang dilakukan jadikanlah pengajaran, insaflah ini tanda kelemahan diri, kesalilah keterlanjuran itu dan berazamlah tidak mengulanginya lagi.
3. Syukur nikmat dan sabar di dalam ujian amat mudah diucapkan tetapi amat sulit dilaksanakan.
4. Kesenangan dan kemewahan selalunya membawa kepada kesombongan dan kelalaian. Kesusahan dan penderitaan itu, selalunya membawa kekecewaan dan putus asa, kecuali orang yang mukmin.
5. Di antara tanda-tanda orang-orang yang sombong itu cepat melahirkan sifat marah, suka memotong percakapan orang, suka bermujadalah yakni bertegang leher, nampak di mukanya rasa tidak senang jika ada orang yang lebih darinya di satu majlis, bercakap meninggikan suara, pantang ditegur, tidak ada tanda-tanda kesal di atas kesalahan.
6. Orang yang sudah hilang sifat marah - dayus, cepat melahirkan sifat marah - lemah mujahadah. Orang yang ada sifat marah tapi dapat disembunyikan kecuali di tempat-tempat yang munasabah inilah manusia normal.
7. Tahu diri kita hamba itu adalah ilmu, merasa diri kita itu hamba itu penghayatan, yang kedua inilah akan lahir sifat tawaduk, malu, khusyuk, takut, hina dan lain-lain lagi sifat kehambaan.
8. Jika kita mengingati dosa, kita tidak nampak lagi kebaikan kita, apatah lagi untuk dibanggakan.
9. Lahirkan kemesraan kita sesama manusia kerana itu adalah haknya tapi jangan putus hati kita dengan Allah, ini adalah hakNya pula.
10. Apabila rasa senang dengan pujian, rasa sakit dengan kehinaan menunjukkan kita ada kepentingan peribadi, tanda kita tidak ikhlas membuat kebaikan.
Subscribe to:
Posts (Atom)







